Senin, 23 Maret 2015

Suatu saat nanti Part 1





 


         SUATU SAAT NANTI




Suatu saat nanti ! sebuah untaian kata yang sederhana tapi syarat akan banyak makna , ya suatu saat nanti di mana ku lukiskan segala angan ,mimpi, dan khayalanku di dalamnya dengan penuh harapan yang sangat besar bahwa suatu saat nanti  hidupku akan berubah nantinya . Ya Allah tak henti – hentinya ku panjatkan beribu – ribu puji dan syukur  karna berkat rahmat dan karuniamulah aku merasa seperti terlahir kembali dengan sebuah senyuman polos yang memancarkan cahaya keikhlasan dan dapat memberikan kesejukan bagi siapa saja yang memandang , ya allah terimakasih sekali karna engkau telah membukakan mata hatiku yang tertutup dengan cinta semu yang perlahan- lahan mulai menggerogoti dan mengahancurkan fikiran jernih ku, ku rasakan ketataan dalam hidupku yang mulai tertata dengan rapih semenjak ku lewati peristiwa silam dan menyakitkan itu dengan penuh sabar dan membuang jauh – jauh rasa dendam, akhirnya aku  pun memetik buah manis dari semua tragedi itu ! ya aku memang sudah merasa tersakiti yang teramat dengan kisah cinta itu , namun tak ada niat sedikitpun aku untuk membalasnya karna menurutku itu semua tak ada gunanya dan hanya menambah kekacauan fikiran ku tak kunjung mereda karna banyak memikirkan bagaimana caranya untuk membalas rasa sakit yang sudah menghancurkan hati juga hidupku terhadapnya.
Perlahan – lahan ku coba mengikhlaskan semuanya meski banyak air mata yang tertumpah tapi aku selalu mencoba untuk lebih tawakal dan menerima semuanya karna ini merupakan bagian dari hidupku sekaligus cobaan dalam hidupku yang harus aku lewati dan berusaha dengan cermat untuk memilih agar aku tidak salah arah because “life is choice “ karena hidup adalah sebuah piihan yang harus aku pilih dari berbagai pernyataan yang di hadapkan kepadaku , mau gak mau , suka gak suka  dengan berbagai pilihan yang di hadapkan itu aku harus bisa memilih dan menentukan mana yang terbaik karna pilihan tersebut akan berpengaruh pada kehidupanku selanjutnya sesampainya tangan ini tak mampu lagi mengenggam , bibir tak mampu lagi berkata dan mata yang  tak sanggup lagi untuk memberikan isyarat hati entah itu berupa tangis kesedihan  atau tangis kebahagian karna semuanya telah membisu , membuta dan melemahkan semua jaringan tubuh yang ada.
Dari situlah aku akhirnya bisa menerima keadaan dan mengikhlaskan semuanya, aku ikhlas pernah di sakiti dan di khianati oleh lelaki tercintaku dulu karena kini kau telah memberikan banyak pelajaran yang berharga untukku ! Tanpa adanya lelaki itu mungkin selamanya aku tak akan pernah belajar dan mengerti serta memaknai akan arti dari sebuah kehidupan , dan aku juga sudah merasa sangat ikhlas jika lelaki tercintaku dulu itu kini menjalin hubungan istimewa dengan banyak wanita tanpa sepengetahuanku  , karna kini aku menyadari bahwa dia bukan milikku lagi , meski waktu itu aku merasakan perih yang teramat ketika ia secara diam – diam membohongiku , tetapi kini aku sudah tidak peduli !
Huh! Beribu- ribu ucapan terimakasihku tak akan mampu membalas kasih sayangmu terhadapku ya allah, karna engkau telah menunjukkan sisi terburuk lelaki itu hingga membuatku sulit untuk mencintainya lagi meski ia telah meyakinkanku bahwa ia telah berubah.
Setelah berbulan – bulan lamanya aku merasakan frustasi dengan kehidupanku ini , kini aku sudah bisa mengatasinya dan mulai menatap masa depanku yang lebih cerah , banyak hal yang aku pelajari dari ribuan peristiwa yang terjadi di hidupku sampai dengan detik ini dan itu membuat hidupku semakin bermakna! Ku rasakan mimpi dan angan-anganku yang sudah di ambang batas ! apakah ini yang dinamakan dengan proses pencarian jati diri? Tapi sungguh percaya tidak percaya kini aku sedang mengalaminya dimana aku mempunyai tekad yang kuat dalam meraih mimpi dan banyak tanda Tanya dalam diri!
Sungguh indah masa remaja ini, aku berjanji semampu dan sebisa ku tak akan menyia-nyiakan masa indah ini di mana realita cinta dan kehidupan saling membaur memberikan warna tersendiri dalam kehidupan dan menjadikan semuanya indah tak terbayarkan , aku akan terus belajar ,belajar dan belajar serta bekarya bekarya dan terus bekarya sampai dengan titik terlelah dalam hidupku ! aku berharap dari kisahku yang sederhana dan terkesan berlebihan ini dapat menginspirasi semua orang heheh .. :D
Hmm mungkin aku termasuk orang – orang yang beruntung dari mereka semua yang bertarung hidup di jalanan , sering kali aku jumpai banyak anak- anak jalanan yang mempunyai segudang kreativitas tak terbatas meskipun mereka hidup di jalanan yang identik dengan kekerasan ,tapi tak jarang dari mereka yang lebih memilih berkarya sebagai pengamen dari pada mencopet atau meminta-minta, tak ku ragukan untuk tersenyum saat melihat anak – anak itu karena meskipun keadaan mereka yang kurang baik mereka masih bisa membuktikan bahwa mereka mampu bertahan hidup dengan segala kemampuan yang mereka miliki.
Terkadang aku merasa kagum sekaligus malu kalau aku melihat mereka , aku malu karna aku tak bisa berkarnya dengan baik, sebenarnya aku ingin sekali bisa ini bisa itu, pinter ini pinter itu tapi harus kembali ku sadari aku juga harus banyak belajar, terkadang hidup membuatku frustasi dan sempat ingin bunuh diri akan tetapi hatiku lebih menangis lagi saat ku teringat raut wajah ibu yang telah mengandungku dan melahirkanku ke dunia dengan harapan aku bisa sukses suatu saat nanti , aku malu ! dan hatiku menangis saat apa yang aku lakukan untuk membanggakan ke dua orang tuaku salah di mata umum! Mungkin menurutku aku sudah mencoba memberikan yang terbaik tapi ternyata tidak di mata masyarakat umum ! tak jarang pula aku pun sering di buat kesal ada apa sih dengan diriku ini! Mengapa aku tak bisa melakukan suatu hal dengan baik?  Sesekali aku pernah menangisi ke dua tanganku saat ku menyadari ke dua tanganku ini tak bisa melakukan sesuatu dengan baik , bahkan cenderung sering berbuat kesalahan yang kerap kali membuatku frustasi! Ibu.. maafkan aku sampai dengan detik ini aku belum bisa membanggakan dirimu! Ibu aku mohon do’a dan ridhomu disetiap langkahku agar apa yang aku lakukan bisa bermakna dan berarti, bukan hanya untuk dirimu wahai ayah dan ibuku tapi untuk dunia dan agamaku !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar